Artikel

Pemantapan dan Pembayatan Calon Bantara Pramuka SMK Negeri 1 Purbalingga 2016

    Dibaca 824 kali Kegiatan

Minggu,18 Desember 2016 adalah hari yang dinanti Sangga Kerja dan Calon Bantara Pramuka SMK Negeri 1 Purbalingga. Karena di hari itu mereka melaksanakan Pemantapan dan Pembayatan Calon Bantara. Pemantapan dan Pembayatan ini bertujuan untuk memantapan Calon Bantara yang ingin bergabung dengan Sankar. Tak hanya fisik yang diperlukan tetapi juga mentalnya, mereka akan digembleng oleh Sangga Kerja, kelas 12. 

Kegiatan ini berlangsung di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet selama 3 hari 2 malam. Pada hari pertama mereka berangkat ke sekolah pukul 05.00 WIB. Rata-rata dari mereka diantar oleh orang tua,pengorbanan oang tua demi anaknya untuk mengantar mereka di pagi hari dan apabila setelah kegiatan mereka keluar sungguh tindakan konyol. Setelah itu sambil menunggu keberangkatan mereka dibariskan di depan sekolah. Akhirnya truk dan bus yang akan membawa mereka ke lapangan datang,Sangga Kerja dibantu peserta memasukan perkap mereka ke dalam truk,kemudian mereka akan dibawa menuju lapangan menggunakan bus. Sepanjang perjalanan mereka menyanyikan yel-yel mereka. Tak terasa mereka sudah sampai di Desa Pengalusan,mereka tidak diturunkan di lapangan tetapi di jalan kecil yang akan mereka lalui untuk menuju lapangan. Mereka dibariskan dan ditanya oleh kakak kelas,sangga yang cepat menjawab akan diberangkat kan terlebih dahulu ke lapangan. Setelah semua sangga sampai di lapangan mereka dibariskan untuk mendapat pengarahan kegiatan selanjutnya. Saatnya upacara pembukaan dan saat itu cuaca cukup mendukung. Upacara telah selesai dilaksanakan itu tandanya waktunya unruk mendirikan tenda yang akan mereka pakai untuk tidur selama 3 hari 2 malam. Mental yang terus digembleng dengan ketegasan panitia, diharapkan mampu mengurangi sikap manja dan egois mereka. Sore hari hujan turun cukup deras tetapi mereka tetap bersemangat, masih ada dua hari yang menanti mereka.

Senin,19 Desember 2016 hari kedua mereka mengikuti kegiatan. Peserta dibangunkan dan dibariskan untuk mengikuti senam. Hari ini mereka akan mengikutui ASOS (Adventure Scout of Sankar) adalah kegiatan penjelajahan alam. Mereka akan melalui 7 pos yang sudah disiapkan panitia. Hujan turun menemani ASOS mereka, tak jarang pula mereka mendapat omelan dari kakak kelas bahkan ada yang menangis. Mereka dilatih untuk menjadi pribadi yang kuat,tidak egois. Cuaca cerah menyambut sore usai ASOS,mereka diarahkan untuk membersihkan diri dan diarahkan menuju SD untuk mendapat materi dari Dewan Kerja Cabang Purbalingga. Evaluasi dilakukan seperti biasa setelah kegiatan, selesai evaluasi mereka diistarahkan.

Selasa,20 Desember 2016 pukul 02.30 WIB mereka dibangunkan dan diarahkan untuk membawa slayer. Peserta dibagi menjadi persangga dan matanya ditutup,berjalan mengitari lapangan,merayap. Peserta darahkan untuk mengikuti tepukan Sangga Kerja hingga sampai sungai kecil tempat mereka mencari sesuatu yang mereka inginkan. Penutup mata dibuka dan mereka diarahkan turun ke sungai sambil meneriakan yel-yel mereka dengan lantang dan semangat. Satu duplikat TKU yang dibungkus menggunakan plastik bening yang berisi foto dan nama Calon Bantara yang dituliskan menggunakan singkatan disebarkan di lokasi pencarian. Intruksi yang diberikan adalah, "Cari benda yang kalian inginkan dan yang kalian ambil harus dengan nama kalian,ingat nama kalian,dalam hitungan sepuluh". Dan berlarilah mereka untuk mencari benda yang mereka inginkan itu. Mereka tak ingin gagal mendapatkan benda tersebut. Namun tetap saja ada yang tidak mendapatkannya. Akhirnya acara selesai,bagi CaBa yang memperoleh dan tidak dipisahkan untuk sementara.

Mentari mulai muncul menyinari perkemahan, pagi ini mereka mengikuti senam seperti biasa dilanjutkan dengan bakti lingkungan dan baksos yaitu membersihkan sekitar perkemahan dan jalan. Usai bakti lingkungan dan baksos,acara dilanjutkan dengan evaluasi pencarian duplikat TKU ada sedikit drama yang dilakukan Sangga Kerja dan juga kelas 12. Sebagian besar banyak yang menangis karena teman mereka tidak mendapat duplikat TKU dan akan berpisah dengan mereka. Itu merupakan konsep yang sudah disiapkan sangga kerja. Setelah itu Kak Alfa selaku Penanggung Jawab kegiatan sekaligus Pradana maju ke depan Calon Bantar dan mengatakan bahwa mereka semua lolos. Banyak dari mereka yang menangis terharu,berpelukan karena mengetahui mereka masih berjuang bersama.

Usai evaluasi pencarian duplikat TKU,acara dilanjutkan dengan bongkar tenda dan upacara penutupan Pemantapan dan Pembayatan. Sangga Kerja dan Kelas 12 berharap pada penerusnya nanti agar mereka dapat memajukan Pramuka SMK Negeri 1 Purbalingga agar SANKAR tetap terlihat gagah  baik di mata sekolah maupun di luar. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam tidak terasa. Pulang dengan kulit hitam? itu tidak masalah, yang terpenting menjadi seorang Pandu merupakan suatu pilihan.